Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

In Memoriam Lukas J. Palar

 
MENU UTAMA
FAKTA PERMESTA
SEJARAH
TOKOH
WAWANCARA
ALBUM FOTO
PUBLIKASI
ARTIKEL
KONTRIBUSI
PRESS RELEASE
REUNI
BUKU TAMU
WEBMASTER
KEBIJAKAN SITUS
LINKS
Language:

 




PENGUNJUNG KE: 304
304


HEADLINE NEWS:


In Memoriam Lukas J. Palar


Lukas Palar big
Mayor Lukas J. Palar
Komandan Batalyon 719 di Sulawesi Tengah,
Gugur pada saat menghadapi Tentara Pusat di perairan Poso tahun 1958.
Ia adalah perwira Permesta pertama yang gugur melawan Tentara Pusat.


Pada mulanya sebelum Permesta bergolak dengan perang bersenjata, Batalyon 719 telah ada di Sulawesi Tengah. Batalyon ini terdiri dari 4 kompi. Pada waktu Permesta meletus, pasukan Batalyon 719 turut membantu Operasi Djakarta II dipimpin Letkol D.J. Somba, yang akan memukul dan menyerbu Jakarta dari arah Indonesia Timur. Satu kompi yang menyeleweng adalah kompi pimpinan Kapten Frans Karangan. ketiga kompi lainnya ikut Permesta.

Memang sebelumnya, Bn. 719 berada di bawah garis komando Sektor II/Resimen Team Pertempuran (RTP) "Anoa" yang mencakup daerah Sulawesi Tengah, bermarkas di Palu sejak November 1957, dengan Komandan Resimen adalah Mayor Jan Wellem (Dee) Gerungan. Inti pasukan RTP "Anoa" adalah Batalyon 719 di bawah komando Mayor Lukas J. Palar. RTP ini dilantik oleh Komandan RTP Ular Hitam Mayor Dolf Runturambi di Palu atas nama Panglima KDM-SUT.

Bn. 719 di bawah komando Mayor Lukas J. Palar di Sulawesi Tengah yang terdiri dari 2 kompi yang dipimpin Mayor Palar sendiri serta sebuah kompi pimpinan Kapten Frans Karangan asal Toraja tidak begitu pasti kedudukannya di bawah KDM-SUT. Batalyon 719 dipecah menjadi Batalyon "Q" dan "R" dari kedua kompi tersebut, kemudian disusul Bn. "N" & "U". Batalyon Q dipimpin Mayor Lukas J. Palar/Frans Karepouan, sedangkan Batalyon R dimpimpin Kapten Frans Karangan. Namun Kapten Karangan ini membelot dan tidak ikut PRRI/Permesta.

Komandan Batalyon Palar, Mayor Lukas Palar bersama pasukan pengawalnya gugur di perairan Poso dalam pertempuran "Operasi Djakarta II", ketika sedang menyeberangi teluk dengan motorboat, disergap dan ditenggelamkan pesawat tempur AURI. Setelah pasukan Palar terpencar-pencar, sebagian mengikuti pasukan Dee Gerungan masuk hutan Sulteng, & sebagian lagi menggabungkan diri dengan satuan-satuan Resimen Ular Hitam. Serta Bn. Q sendiri sebagai pasukan cadangan KSAD.

Sisa-sisa Bn. 719 datang mendarat darurat di Belang tanggal 7/9 Agustus 1958 dengan membajak MV Norse Lady yang memuat bahan suplai/logistik untuk Tentara Pusat tanggal 17 Agustus 1958.

Itulah kisah seorang pahlawan KRIS (Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi) di Jawa, satu-satunya perwira Permesta (setingkat batalyon) yang tewas di tangan pasukan Tentara Pusat.


Selamat jalan Mayor Lukas J. Palar.
Namamu akan selalu diingat!


 


Copyright ©2007 Permesta Information Online™
Silahkan menyalin atau mengutip isi atau sebagiannya dengan mencantumkan sumber "dikutip dari Permesta Information Online"