Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web


corner-top-left.gif Welcome to PERMESTA INFORMATION ONLINE ONLINE (PIO)

Cari di PIO Cari di Internet
    Signup / Login E-mail   Sejarah Kronologis |  Tokoh |   Album |   Artikel |   Buku Tamu  
 Menu Utama
· Homepage
· Piagam Permesta
· Fakta Permesta
· Sejarah Kronologis
· Tokoh Permesta
· Wawancara Pelaku
· Organisasi/Slagorde
· Album Foto Permesta
· Publikasi Buku

 Berita Utama


 Artikel
·  Artikel²
· Reuni ex-Permesta
· Press Release
· Kebijakan Situs
· Buku Tamu Situs PIO
· Hubungi Webmaster
· Kontribusi Artikel
· Ucapan Terima Kasih
· Links



Anda Pengunjung ke: 207

207

RNW BERITA List Manager  

Warta Berita - Radio Nederland, 15 Desember 2000


  • From: RNW BERITA list manager
  • Subject: Warta Berita - Radio Nederland, 15 Desember 2000
  • Date: Fri, 15 Dec 2000 08:07:35 -0800

---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:
Jumat 15 Desember 2000 15:50 UTC

** AKTIVIS HAM TERKEMUKA DI IRIAN JAYA DITANGKAP
** JEPANG KEMBANGKAN RENCANA PERTAHANANNYA
** BUSH TUNJUK JOHN BREAUX JADI MENTERI ENERGI
** TOPIK GEMA WARTA: APA BEDA KEBIJAKAN CLINTON DAN BUSH TERHADAP INDONESIA?
** TOPIK GEMA WARTA: KEBIJAKAN APA YANG DITEMPUH PRESIDEN BUSH DI INDONESIA?


* APA BEDA KEBIJAKAN CLINTON DAN BUSH TERHADAP INDONESIA?

Pada umumnya kalangan pemerintahan maupun DPR RI berharap terpilihnya
George W. Bush sebagai Presiden baru Amerika Serikat, akan dapat
memperbaiki hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat. TNI pun
berharap bisa memperoleh kembali bantuan persenjataan dari Amerika
Serikat. Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta:

Menteri Pertahanan Mahfud MD kemarin menyatakan keyakianannya bahwa
embargo yang diberlakukan pemerintah AS kepada Indonesia akan segera
diakhiri seluruhnya. Utamanya yang menyangkut alat tempur. Kalangan
Fraksi Golkar pun melihat Partai Republik lebih berorientasi pada
pembangunan ekonomi ketimbang mencampuri persoalan-persoalan politik
dalam negeri orang lain, seperti yang selama ini dilakukan  partainya
Clinton dan Al Gore. Ini misalnya terlihat di Malaysia di mana Al
Gore mendukung Anwar Ibrahim, kata mereka. Bagi Golkar, kebijakan
luar negeri Amerika Serikat akan lebih moderat serta lebih
memperhatikan negera-negara berkembang termasuk Indonesia.

Namun ada juga pengamat di Jakarta yang menilai terpilihnya George
Bush selain akan memberi keuntungan namun sekaligus juga bisa
menimbulkan kerugian bagi Indonesia. Bush diperkirakan tidak akan
mencampuri urusan dalam negeri Indonesia menyangkut soal hak asasi
manusia, demokratisasi, dan regulasi ekonomi. Meski demikian, Amerika
menurut penilaian mereka, akan tetap melakukan pemantauan lewat jalur
non-pemerintah. Berbeda dengan Clinton yang terfokus pada masalah
ekonomi, Bush dinilai pengamat Kusnanto Anggoro akan lebih menekankan
pada urusan pertahanan dan keamanan. Berkaitkan dengan kepentingan
pemerintah Indonesia dalam masa transisi, trend yang diusung Bush
akan merugikan Indonesia. Amerika akan lebih sensitif dan cenderung
tidak toleran terhadap Forum Pasifik Barat atau poros
Indonesia-India-Cina . Dan karena Bush lebih memperhatikan masalah
keamanan dan pertahanan maka, maka akan sangat mungkin embargo
senjata ditinjau ulang lebih cepat.

Selama ini Amerika melihat Indonesia terlalu didominasi oleh Angkatan
Darat. Karena itu, Kusnanto menyarankan agar ada reorientasi dalam
hubungan kerjasama Amerika-Indonesia, seperti memberikan pelatihan
pada Angkatan Laut dan Kepolisian di Indonesia. Kalangan lain lagi
melihat bahwa bagaimana pun Partai Republik punya hubungan
tradisional dengan tokoh-tokoh masyarakat di daerah-daerah luar Jawa
utamanya di Indonesia Timur. Lobby Indonesia di kalangan Partai
Republik pun selama setangah abad ini punya jalur-jalur yang kuat
dengan gereja-gereja di Amerika Serikat. Partai Republik pun dahulu
dikenal sangat anti-komunis dan anti Soekarno.

Pada peristiwa Permesta tahun 1957-58 tokoh-tokoh Partai Republik
seperti Allan Dulles dan John Foster Dulles mendorong CIA mendukung
gerakan perlawanan di Sulawesi Utara. Mereka pula yang membantu
tokoh-tokoh PRRI/Permesta seperti Sumitro Djojohadikusumo, Jan
Walandou dan Ventje Sumual sehingga Filipina dan Taiwan masing-masing
mengirim persenjataan dan  dua squadron pesawat tempur ke Minahasa
untuk Angkatan Udara Revolusioner atau AUREV. Kebijakan Amerika baru
berubah setelah John Kennedy dari partai Demokrat menjadi Presiden.
Sejak saat itu pula Partai Demokrat selalu mendekatkan diri dengan
Soekarno dan pendukung-pendukungnya. Hubungan Clinton dengan Megawati
jelas tak lepas dari sejarah itu.

Sekarang ini sudah dapat dipastikan bahwa tokoh-tokoh Partai Republik
yang konsevatif utamanya yang berasal dari Gereja-Gereja
Fundamentalis melihat dengan penuh kejengkelan perkembangan di Maluku
dan Papua. Mereka menyadari bahwa di kedua tempat rawan itu, Gus Dur
tidak bisa mengendalikan militer. Dan bagaimana pun para pendukung
George Bush itu tidak dapat mentolerir penggunaan kekuasaan secara
kasar oleh kekuatan-kekuatan militer dan nasionalis fasis di
wilayah-wilayah Indonesia Timur. Di mata sejumlah senator Partai
Republik yang beragama Kristen, Indonesia Timur merupakan
wilayah-wilayah Kristen di mana umat Kristen justru mulai dibasmi. Di
mata tokoh-tokoh kolot ini setelah Sudan maka Indonesialah yang
merupakan negara yang membiarkan umat Kristen dibantai.

Berbeda dengan Clinton yang sepenuhnya mendukung pemerintahan Gus Dur
maka pemerintahan George Bush nampaknya tidak akan sepenuhnya
mendukung Gus Dur selama ia belum mampu mengatasi permasalahan di
daerah seperti Maluku, Papua dan Aceh. Gus Dur pun harus bisa
mengendalikan TNI dan Polri yang hingga kini tidak sepenuhnya tunduk
padanya. Menyadari hal ini nampaknya maka Gus Dur dalam wawancara
dengan harian Protestan Belanda Trouw menyatakan bahwa ia kini sudah
menguasai TNI dan Polri kecuali yang di daerah-daerah. Maka dalam
waktu dekat ini ia katanya  akan mengganti Kapolda Irian Jaya.
Kapolda Irian Jaya Mayjen Polisi SY Wenas diketahui mendapat dukungan
dari Wakil Presiden Megawati yang menginginkan tindakan represif
segera diberlakukan di Irian Jaya atau kini Papua.


* KEBIJAKAN APA YANG DITEMPUH PRESIDEN BUSH DI INDONESIA?

Intro: Kebijakan apa yang akan ditempuh oleh Presiden terpilih
Amerika George W. Bush terhadap Indonesia? Lebih dari itu, apakah
Bush akan tetap mempertahankan kesatuan Indonesia atau justru
mendukung GAM di Aceh dan OPM di Irian Jaya? Kami kemukakan
pertanyaan ini kepada Prof. R. William Liddle pakar Indonesia pada
Ohio State University di Columbus, Amerika Serikat:

R. William Liddle [RWL]: Pertama anda harus tahu juga saya sebagai
seorang demokrat di Amerika tidak memikirkan soal kebijakan terhadap
Indonesia, sebagai fondasi pemikiran saya  adalah apa yang akan
terjadi dalam masyarakat Amerika. Itulah yang terpenting bagi setiap
warga negara Amerika. Tetapi kalau kita lepas dari masalah itu,
bagaimana pendapat saya tentang kebijakan luar negeri Bush ini dan
membandingkannya dengan Clinton atau Gore, kalau seandainya Gore
menang. Sebetulnya saya tidak melihat banyak perbedaan.

Saya tahu bahwa di Indonesia pada umumnya, yah klas pemikir, klas
aktivis politik pada umumnya mengharapkan kemenangan Bush. Alasannya
saya kira, bahwa mereka tidak begitu senang dengan Duta Besar Richard
Gelbard. Dan di belakang Gelbard ada calon Menlu Richard Holbrooke.
Seandainya Gore jadi presiden, Holbrookelah yang akan menjadi menlu.
Dan Holbrooke punya reputasi terlalu agresif, terlalu menonjol,
terlalu memaksakan kehendaknya kepada negara lain. Khususnya kepada
negara yang sedang berkembang atau lemah seperti Indonesia.

Jadi saya tahu mengapa orang Indonesia menginginkan Bush. Tapi saya
tidak yakin bahwa kebijakan Bush nanti akan berbeda banyak dengan
kebijakan Gore. Alasan saya adalah, bahwa sebetulnya yang berubah
bukan Amerika tetapi Indonesia. Indonesia dulu di bawah Soeharto
diperlakukan oleh Amerika dengan salah satu kebijakan, yang anda tahu
dari dulu, tetapi dengan adanya demokrasi, dan khususnya pemerintahan
yang lemah oleh Gus Dur, itu memerlukan atau menuntut kebijakan baru
dari Amerika. Dan kebijakan baru Amerika itulah yang dilakukan oleh
Clinton dengan Gelbard.

Tentu saja akan ada duta besar baru ya, bukan Gelbard lagi. Tetapi
yang menggantikan Gelbard meskipun gayanya lebih lembut sedikit, tapi
kebijakannya akan sama. Indonesia akan dituntut terus untuk tunduk
kepada standar perilaku internasional yang semestinya bagi negara
demokratis.

Radio Nederland [RN]:  Nah, sekarang dengan masalah disintegrasi yang
dihadapi Indonesia, apakah menurut anda Amerika akan mempertahankan
kesatuan Indonesia? Atau Amerika mencari jalan yang lain?

RWL: Pertama harus saya akui bahwa ini adalah pemerintahan yang baru.
Jadi lebih sulit meramalkan ketimbang Gore, umpamanya, yang bisa
katakan dengan pasti bahwa ia akan melakukan ini, sebab dia adalah
bawahan Clinton dulu. Tetapi saya kira, kalau kepentingan Amerika
pada umumnya, persepsi kepentingan Amerika di Amerika sendiri
mengenai Asia, adalah bahwa kesatuan Indonesia sangat penting. Harus
dipertahankan. Jadi saya tidak melihat kemungkinan besar bahwa akan
ada perubahan dalam kebijakan itu.

RN: Anda termasuk pengunjung tetap State Department, ya. Apakah
nasehat anda juga seperti itu?

RWL: Kesatuan Indonesia harus dipertahankan?

RN: Ya!

RWL: Pendapat saya memang begitu.

RN: At all cost? Apapun beayanya?

RWL: Saya tidak tahu apa artinya at all cost. Saya berpendapat, kalau
Aceh lepas atau Irian Jaya lepas orang Indonesia akan bingung sekali.
Mereka tidak akan tahu lagi bagaimana konsepsi mereka sebagai negara
kesatuan. Jadi mereka harus memikirkan kembali, apa visi mereka
tentang kebangsaan Indonesia. Apakah itu masih utuh atau tidak.
Dengan sendirinya akan ada beberapa daerah lain, khususnya Riau, yang
punya sumber daya minyak itu, tetapi juga yang lain-lain, siapa
seperti Kalimantan Timur dan sebagainya, yang akan menuntut terlalu
banyak dari pusat. Jadi Indonesia atau yang bekas Indonesia itu akan
menjadi daerah yang sangat tidak stabil di kawasan Asia Tenggara dan
Asia pada umumnya. Dan nasib itu adalah hal yang sangat tidak
diharapkan.

Oleh karena itu saya mengatakan, nasehat saya atau saran saya kepada
pemerintah Amerika nanti, Bush, kalau dia minta adalah mempertahankan
kesatuan Indonesia. Nah, anda tanya at all cost, saya tidak tahu
bagaimana menjawab itu. Tetapi memang kebijakan Amerika terhadap
Indonesia mengenai soal ini adalah menganjurkan, membantu, ikut
sejauh bisa, di dalam proses negosiasi, supaya Irian dan Aceh tetap
berada dalam kesatuan Indonesia. Sebagai hasil dari proses politik
negosiasi antara Jakarta dan pemimpin-pemimpin dari dua kelompok itu.
Itu jauh lebih bagus dari pada perang. Dan saya masih berharap agar
para elite di dua provinsi itu masih bisa dibujuk.

Demikian Profesor R. William Liddle, pakar Indonesia pada Ohio State
University di Columbus, Amerika Serikat.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
ranesi@rnw.nl

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------
Sumber:http://www.mail-archive.com/berita@rnw.nl/msg00115.html
Revised by Permesta Information Online


Copyright ©2001-2003 oleh Permesta Information Online™
Silahkan menyalin atau mengutip seluruh isi atau sebagiannya dengan mencantumkan sumber "dikutip dari Permesta Information Online"