Anda Pengunjung ke: 1958
![]() ![]() ![]()
|



NASKAH PROKLAMASI DAN PIAGAM PERMESTA

|
DALAM WILAYAH TT-VII/WIRABUANA
I. Mukadimah
1. Kita sebagai Patriot Indonesia menyadari sedalam-dalamnya bahwa keadaan Tanah Air Indonesia
setelah melalui masa Perjuangan/Revolusi selama 12 tahun, pada dewasa ini sangat kritis dan mengkhawatirkan.
2. Untuk mencegah keruntuhan dan kehancuran, disebabkan pertentangan dan perpecahan antara kita dengan kita,
maka dipandang mutlak untuk segera mengambil tindakan yang cepat dan jitu dengan penuh tanggung jawab
sebagai abdi Nusa dan Bangsa Indonesia.
3. Dalam hal tersebut di atas, maka perlu diambil kebijaksanaan untuk menerima segala bengkalai
revolusi Nasional Indonesia yang ternyata masih penuh dalam segala lapangan dan tindakan,
serta mempergunakan tenaga-tenaga revolusioner sebagai modal untuk penyelesaian.
4. Demi kesejahteraan dan keselamatan Rakyat Indonesia pada umumnya dan Rakyat Daerah pada khususnya,
demi tujuan Proklamasi 17 Agustus 1945,
serta petunjuk Tuhan Yang Maha Esa,
II. Tujuan Perjuangan
A. Tingkat Daerah
1.Bidang Pertahanan:
2. Bidang pemerintahan:
3. Bidang Pembangunan:
4. Bidang Keamanan:
5. Bidang Personalia
B. Tingkat Pemerintah Pusat (Nasional)
1. Supaya dihilangkan/ dihapuskan dengan segera sistem sentralisme yang statis formil
dan merupakan biang keladi birokrasi, korupsi, dan stagnasi pembangunan Daerah.
2. Mengembalikan dinamika, inisiatif dan kewibawaan, melalui desentralisasi hak dan kekuasaan,
dengan jalan sebagai berikut:
3. Pemimpin Angkatan Perang pada umumnya, dan Angkatan Darat pada khususnya harus segera dirobah,
dirombak dan diganti dengan tenaga-tenaga muda yang dinamis sesuai dengan Piagam Yogya.
III. Cara-cara Perjuangan
1. Pertama-tama dengan meyakinkan seluruh pemimpin dari lapisan masyarakat,
bahwa kita tidak melepaskan diri dari Republik Indonesia,
dan semata-mata diperjuangkan untuk perbaikan nasib rakyat Indonesia
dan penyelesaian bengkalai revolusi Indonesia.
2. Panglima Territorium VII Wirabuana bersama dengan Konsentrasi Tenaga yang terdiri atas
tokoh-tokoh politik, pemerintah, politisi, Angkatan Perang, Pemuda/Pelajar, Buruh, Tani,
Adat, Agama, Wanita dan sebagainya, merealisir de facto bidang militer, Pemerintahan,
Keamanan, Perhubungan, Moneter dan Ekonomi/ Sosial, di seluruh wilayah Terr VII Indonesia Timur,
sesuai dengan pasal 29 UUD Sementara dan Peraturan Pemerintah No.33 tahun 1948 Republik Indonesia Yogya.
3. Mempersiapkan Kongres Bhinneka Tunggal Ika di Ujungpandang dan di ibu kota propinsi yang akan terdiri atas
tokoh-tokoh politik, anggota-anggota Parlemen/ Konstituante yang mewakili Indonesia Bagian Timur,
tokoh-tokoh pemuda/pelajar, buruh, tani, adat, agama, wanita dan lain sebagainya.
4. Mempersiapkan perundingan dengan pemerintah Pusat, yang mendapat mandat penuh dari Panglima Tertinggi/
Presiden guna mendapat realisasi maksimum dari yang terkandung dalam piagam ini.
5. Mulai pelaksanaan tugas-tugas pokok dalam segala lapangan yang sudah lama ditunggu dan diharapkan
oleh masyarakat yang sesuai dengan alat dan kemampuan yang ada, serta menghalau tiap-tiap usaha
yang akan melemahkan perjuangan.
IV. Penutup
1. Setelah membahas tujuan-tujuan pokok dan cara-cara pelaksanaan yang akan ditempuh,
maka dengan penuh keyakinan, bahwa keputusan-keputusan suci yang didukung oleh seluruh lapisan masyarakat
Indonesia Bagian Timur, akan mendapat perhatian sepenuhnya dari Pemerintah Pusat dan Rakyat Indonesia,
agar terealisasi cita-cita revolusi tahun 1945 yang telah dan sedang diperjuangkan dapat dirasakan oleh
masyarakat daerah di Indonesia Timur khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya.
2. Perjuangan kita ini adalah lanjutan dari perjuangan 45,
hingga azas yang kita pegang tetap Proklamasi 17 Agustus 1945,
dan pedoman adalah
Makassar, 2 Maret 1957
|
2. Andi Pangerang Petta (Andi Pangerang Daeng Parani) - Gubernur Daerah Swantara Sulawesi, putra tertua Raja Gowa terakhir/Raja Bone (Andi Mappanjukki)
3. H.Andi Sulthan Daeng Raja (Haji Makkaraeng Daeng Mandjarungi) - Residen
4. Abas Dg. Mallewa
5. Ny. Mathilda Towolioe-Hermanses - Ketua Dewan Kota Makassar, Bendahara Pusat Kansentrasi Tenaga untuk Keselamatan Rakyat Sulawesi (Konsentrasi Tenaga)
6. Rafiuddin
7. A.Encik "Intje" Tadjuddin - Komisaris Konsentrasi Tenaga, Tokoh PSII
8. Andi Mannapiang - eks Karaeng Bantaeng
9. Sun Bone - Tokoh Masyumi
10. Sampara Daeng Lili
11. L.J. Rogahang
12. S.H.N. Ngantung
13. Abdul Muluk Makatita - Komisaris Pusat Konsentrasi Tenaga, Tokoh Masyumi, Pejabat di Konjen RI London
14. Dr.P.Siregar
15. Mayor J.H. Tamboto - Staf TT-VII/Wirabuana
16. M.Reza
17. J.M. Hutagalung
18. Jan Engelbert Tatengkeng - Mantan Perdana Menteri merangkap Menteri Pendidikan NIT (Negara Indonesia Timur), Sastrawan
19. M.Nur A.E.
20. A.R. Aris
21. H.M. Junus Daeng Mile - Walikota Makassar (anaknya adalah istri dari Letkol Andi Mattalatta)
22. Nurdin Djohan - Tokoh Pemuda, Presedium Dewan Pemuda Sulawesi, Ketua Dewan Pemuda Indonesia Timur
23. J. Latumahina - eks tahanan politik NICA di Serui, Kepala Bagian Politik di Kantor Gubernur Sulawesi, Wakil Ketua Pusat Konsentrasi Tenaga, Ketua Gerakan Pembebasan Irian Barat (ayah Kapten Bing Latumahina)
24. B.Korompis
25. Andi Burhanuddin - residen dalam staf Gubernur Sulawesi, Ketua Pusat Konsentrasi Tenaga, Ketua Umum Partai Kedaulatan Rakyat (PKR)
26. Mustafa Tari - Tokoh Pemuda, Presedium Pemuda Sulawesi
27. G.Kairupan - pejabat Kantor Penerangan/pers
28. Haneng
29. K. Makkawaru
30. Dr. Towolioe - eks PKRS 1946, Pusat Konsentrasi Tenaga
31. Achmad Siala Daeng Masalle - eks PKRS/Tokoh PNI
32. Henk Rondonuwu - mantan Menteri Penerangan NIT, Ketua Partai Kedaulatan Rakyat, pendiri Suratkabar Pedoman Rakyat, Sekretaris Konsentrasi Tenaga
33. Letkol dr. Oscar Eduard Engelen - Ketua Ikatan Perwira RI (IPRI) Cabang Indonesia Timur, Kastaf Kesehatan TT-VII/Wirabuana
34. Mayor Eddy Gagola - Staf TT-VII/Wirabuana
35. Letkol Andi Mattalata - Komandan Komando Militer Kota Besar (KMKB) Makassar, Wakil Komandan Komando Pengamanan Sulawesi Selatan dan Tenggara (KoDPSST)
36. H.Sholeh
37. Kapten Rauf Moo
38. A. Hadjoe - asal Madura
39. Kapten W.G.J. Kaligis
40. Kapten Lendy R. Tumbelaka - Assisten III (Bagian Personalia) Panglima TT-VII/Wirabuana
41. Letkol. Muhammad Saleh Lahade - Kepala Staf Komando Pengamanan Sulawesi Selatan dan Tenggara (KoDPSST)
42. Mayor Andi Muhammad Jusuf Amir - Kepala Staf Resimen Infanteri (RI) Hassanudin di Pare-pare
43. Kapten John Ottay - Komandan Batalyon 702 di Makassar
44. Hasan Usman
45. Safiudin
46. Kapten Bing Latumahina - Assisten I (Intelegen) Panglima TT-VII/Wirabuana, Sekretaris Ikatan Perwira RI Cabang Indonesia Timur
47. M.Lewarisa
48. Mayor Sjamsuddin - Kepala Staf Komando Militer Kota Besar (KMKB) Makassar
49. H.A. Massiara
50. A.W. Rachim
51. Alimuddin Daeng. Mattiro
Sumber:
1.NYIUR MELAMBAI Edisi No.13/TH.2/Maret 1997
2.PRRI/PERMESTA: Strategi Membangun Indonesia tanpa Komunis oleh.RZ Leirissa
3.PERMESTA: Pemberontakan Setengah Hati oleh Barbara Sillars Harvey



Copyright ©2001-2006 oleh Permesta Information Online™
Silahkan menyalin atau mengutip seluruh isi atau sebagiannya dengan mencantumkan sumber
"dikutip dari Permesta Information Online"

