Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

Headline News: Minahasa Dilirik Jadi Pangkalan Peluncuran Roket Rusia

    
MENU UTAMA
FAKTA PERMESTA
SEJARAH
TOKOH
WAWANCARA
ALBUM FOTO
PUBLIKASI
ARTIKEL
KONTRIBUSI
PRESS RELEASE
REUNI
BUKU TAMU
WEBMASTER
KEBIJAKAN SITUS
LINKS
Webmail:

 




PENGUNJUNG KE: 189
189


HEADLINE NEWS:


Rabu, 30 April 2003

Minahasa Dilirik Jadi Pangkalan Peluncuran Roket Rusia

Manado, Sinar Harapan
Pemerintah Rusia dikabarkan sedang melirik wilayah Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara untuk dijadikan salah satu pangkalan peluncuran roket maupun pesawat ulang alik ataupun bisnis satelit dunia lainnya. Daerah yang bakal beruntung itu letak persisnya yakni di Kecamatan Belang (sekarang Minahasa Selatan, webmaster). Selain Minahasa, daerah lainnya yang dilirik yakni Biak di Provinsi Papua.
Direktur Pemasaran Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) Manado-Bitung, Ir. JWT Lengkey yang dimintai konfirmasi, Selasa (29/4) membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pihak Lembaga Pengembangan Angkasa Luar Nasional (Lapan) bahkan telah menanyakan hal tersebut ke pihak Kapet Manado-Bitung. Tak itu saja, sebab ternyata sudah ada calon investor yang menanyakan kemungkinan Belang dijadikan lokasi tersebut. "Kami sedang menyiapkan negosiasi dengan calon investor tersebut bersama Lapan agar mengalihkan lirikan peluang itu dari Biak ke Belang saja," kata Lengkey.
Diakuinya, sebenarnya lirikan negara asing terhadap Belang untuk bisnis angkasa luar seperti itu sudah pernah diutarakan calon investor dari Amerika Serikat beberapa waktu lalu. "Namun, karena ketika itu ada ribut-ribut penolakan masyarakat di Belang terhadap operasional PT Newmont Minahasa Raya, maka calon investor mundur. Alasan mereka, takut tersinggung dengan masyarakat dan mereka menseriusi Biak," katanya. Namun, pasca kunjungan Presiden Megawati ke Rusia, hal itu mencuat lagi. "Calon investor sudah menghubungi Lapan, dan pihak Lapan mengontak kami. Peluang ini harus kita tangkap," katanya. Mengapa Belang dan Biak yang dipilih, Lengkey mengatakan, kalau secara geografis posisi Indonesia, khususnya Belang dan Biak tepat berada di sekitar satu derajat Lintang Utara di garis katulistiwa. Dengan posisi ini, peluncuran roket maupun pesawat ulang alik lebih murah biayanya. Artinya, jika meluncurkan roket maupun pesawat angkasa luar dari Biak ataupun dari Belang Minahasa maka roket ataupun pesawat tersebut akan lebih cepat keluar dari orbit bumi.
Berbeda dengan pangkalan angkasa luar yang ada di Rusia maupiun di negara Eropa ataupun di Amerika Serikat, di semua kawasan itu, roket ataupun pesawat ulang alik begitu ditembakkan dari bumi, masih harus mengitari orbit bumi sebanyak 2 hingga 3 kali dulu baru kemudian bisa masuk ke angkasa luar.(nov)

Sumber: Sinar Harapan Online. Rabu, 30 April 2003
               http://www.sinarharapan.co.id/berita/0304/30/nus05.html


Referensi:


Jumat, 21 Januari 2000

Pemda Setuju Pembangunan Bandara Antariksa
Investasi 1 miliar dolar, DPRD Sulut juga siap mendukung

Manado, MP
Megaproyek Bandara Antariksa (landasan peluncuran roket) yang rencananya akan dibangun di Sulut akhirnya disetujui pemerintah daerah (Pemda). Dan sebagai langkah awal, Tim Lapan pusat bersama Tim Pokja yang sudah dibentuk di Sulawesi Utara awal Maret 2000 mendatang, akan menggelar seminar sehari, sekaligus sosialisasi proyek yang nilai investasinya sekitar 1 miliar dolar Amerika Serikat itu.
Wakil ketua tim leader swasta nasional penggarapan proyek bandara Antariksa si Indonesia Ir JWT Lengkey ketika dicegat wartawan usai presentai di DPRD Sulut kemarin mengaku, Pemda Sulut melalui Wagub HA Nusi telah setuju. Persetujuan pembangunan proyek tersebut diimpementasikan lewat penandatanganan berita acara.
Dengan demikian lanjut Lengkey, proyek prestisius bagi warga Bumi Nyiur Melambai ini, tidak jadi dipindahkan dari daerah lain, seperti permohonan daerah lain yang dekat garis katulistiwa berdasarkan hasil riset itu yaitu di Palembang, Tarakan, Maluku dan Irian Jaya.
Sementara itu, dalam pemaparan di DPRD Sulut, Lengkey yang didampingi tim Pokja diantaranya Ny Telly Pallar secara umum dan tehnis telah mnjabarkan berbagai perencanaan awal dari proyek tersebut. Demikian juga, awal pelaksanaan sosialisasi dan program-program lainnya yang berkaitan erat dengan kepentingan Bandara Antariksa itu.
Menanggapi pemaparan itu, kalangan DPRD Sulut yang dipimpin langsung oleh wakil ketua Fredy Sualang pada prinsipnya merespons akan pembangunan proyek tersebut. Bahkan melalui Djitro Tamengge, ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan mengatakan, karena proyek ini benar-benar besar, maka perencanaan dan pengelolaannya betul-betul harus profesional. "Kalau bukan ahli di bidang ini, jangan sampai dilibatkan," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Fauzi Wartabone, salah seorang anggota DPRD Sulut. Menurutnya, proyek ini harus ditunjang sepenuhnya dari berbagai kalangan, karena hal tersebut sangat erat kaitannya dengan masa depan Sulawesi Utara khususnya di bidang teknologi dan kemakmuran masyarakat secara keseluruhan. Rapat presentasi di DPRD Sulut, selain dihadiri para Sekwilda se-Sulut, juga ketua Bapedda dan unsur instansi teknis terkait lainnya.
Seperti yang sudah pernah dilansir harian ini, Bandara Antariksa ini dibangun di Sulut, sudah berdasarkan survei, dimana lokasinya sangat dekat dengan garis Katulistiwa.
Pihak Investor, General Electric sudah menyiapkan dana sekitar 1 miliar dolar AS. "Bila proyek ini sudah jalan akan menyerap tenaga kerja sekitar 10 ribu orang dari berbagai disiplin ilmu," tutur Lengkey yang juga Treasurer Indonesia British Construction Industry Group (IBCIG).
Soal lokasi pembangunan, menurutnya ada dua lokasi yang dekat dengan garis katulistiwa yakni di Bitung dan Belang. "Jadi antara Bitung atau Belang," tuturnya.
Proyek Bandara Antariksa ini memang cukup cerah karena selama 10 tahun (tahun 2000-2010) saja sebanyak 2.500 satelit akan diluncurkan. "Kalau setiap ada peluncuran banyak wisatawan yang berkunjung di daerah, sekaligus para investor," tandasnya.
Dampak kehadiran dari proyek ini kata Lengkey memang sangat menyentuh masyarakat luas, terutama para petani-petani sekitar yang nantinya akan menyediakan hasil-hasil bumi seperti rica tomat serta sayur-sayuran lainnya untuk menyuplai kebutuhan proyek. Demikian juga rekrutemen tenaga kerja di daerah ini. Belum lagi soal dampak lainnya seperti akan adanya sekolah antariksa, dan universitas antariksa.

Sumber: Manado Post. Jumat, 21 Januari 2000


 


Copyright © 2004 Permesta Information Online™
Silahkan menyalin atau mengutip isi atau sebagiannya dengan mencantumkan sumber "dikutip dari Permesta Information Online"