Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

Headline News: [Deklarasi Kasuang] Organisasi-organisasi Permesta Bentuk Wadah Pemersatu

    
MENU UTAMA
FAKTA PERMESTA
SEJARAH
TOKOH
WAWANCARA
ALBUM FOTO
PUBLIKASI
ARTIKEL
KONTRIBUSI
PRESS RELEASE
REUNI
BUKU TAMU
WEBMASTER
KEBIJAKAN SITUS
LINKS
Webmail:

 




PENGUNJUNG KE: 129
129


HEADLINE NEWS:


Rabu, 27 Maret 2002

Deklarasi Kasuang:
Organisasi-organisasi Permesta Bentuk Wadah Pemersatu

Manado, MIMBAR. Sejumlah organisasi bernuansa Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta) di Sulawesi Utara sepakat bersatu melanjutkan nilai-nilai perjuangan semesta yang dijiwai semangat Proklamasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 17 Agustus 1945 dan semangat jiwa juang 2 Maret 1957.

Dalam pertemuan di Kasuang (perbatasan Tomohon-Tondano) tanggal 27 Maret 2002 yang menghasilkan Deklarasi I Kasuang, mereka sepakat membentuk forum komunikasi sebagai wadah pemersatu.
Dalam pertemuan yang diprakarsai Benny Tengker dan S.J. Somba itu sedikitnya 9 pimpinan organisasi bernuansa Permesta di daerah ini membubuhkan tandatangan persetujuannya. Mereka adalah:

  1. Prof Ir Octavianus Rondonuwu, M.Ec - Ikaselanpe Sulut
  2. Ventje Wulur - Yayasan Permesta Manguni
  3. H.N. Kalangi - Front Pembangunan Semesta Manguni
  4. B.J. Kekung SH - Rukun Klabat Tonsea
  5. P.T. Waturandang - Korpas Pembangunan Sulut
  6. W.H. Buyung - Rukun Sukuyon
  7. Renata Tikonuwu STh - Generasi Penerus Perjuangan (GPP) Permesta
  8. A. Tenges - Laskar Rakyat Republik Indonesia (LRRI)
  9. A. Umboh SH - Generasi Muda Permesta
DEKLARASI II KASUANG
Dalam Deklarasi II Kasuang yang juga dihasilkan dalam pertemuan 27 Maret 2002 para pimpinan organisasi bernuansa Permesta itu mengemukakan pokok-pokok perjuangan mereka sbb:
  1. Mempertahankan tetap tegak berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila
  2. Melestarikan cita-cita dan nilai-nilai Piagam Permesta
  3. Mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, menolak segala bentuk kekerasan, terorisme serta pelanggaran Hak Azasi Manusia.
  4. Meminta kepada Pemerintah untuk menarik dari peredaran pelbagai buku dan referensi yang menyebutkan Permesta sebagai Pemberontak dan Separatis.
  5. Membantu Pemerintah dalam program Pembangunan dan ikut memeilihara keamanan dan ketentraman dalam masyarakat.
  6. Berupaya dan berperan aktif dalam usaha meningkatkan Sumber Daya Manusia dan mengembangkan Sumber Daya Alam demi kesejahteraan masyarakat.
  7. Menolak pencantuman Piagam Jakarta dalam UUD 45 dan menolak pemberlakuan Suyariat Islam dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.
  8. Mengfungsikan TNI dan POLRI pada fungsinya sebagai aset Nasional yang tidak berubah.
Deklarasi II Kasuang ini ditandatangani 13 orang Tim Perumus yang terdiri Prof. Ir Octavianus Rondonuwu M.Ec (Ketua), Anderson Umboh SH (Sekretaris), Benny Tengker (Penggagas), Pdt Renata Ticonuwu STh, Freke Ruata, Pdt S. Lumingkewas STh, Ventje Wulur, Drs Joppy Kapoh, Benny J. Kekung SH, Ferdinand Tenges, P.P. Waturandang dan Anthon Tenges (Penggagas).
Sementara itu Koordinator Informasi dan Komunikasi DPD Ikaselanpe Sulut, Phill M. Sulu kepada Mimbar menjelaskan, dewasa ini terdapat sekitar 20-an organisasi bernuansa Permesta dengan anggota sekitar 100.000 orang. Mereka tersebar sampai di desa-desa terpencil di Minahasa, Manado dan Bitung bahkan sampai Bolmong dan Satal. (wt)

Sumber: Warta MIMBAR edisi 14-20 Maret 2002 - Wellem Turambi


 


Copyright © 2003 Permesta Information Online™
Silahkan menyalin atau mengutip isi atau sebagiannya dengan mencantumkan sumber "dikutip dari Permesta Information Online"