Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

Headline News: Apel eks-Permesta Nov 2001 - Ikaselanpe Akan Dirikan PT

    
MENU UTAMA
FAKTA PERMESTA
SEJARAH
TOKOH
WAWANCARA
ALBUM FOTO
PUBLIKASI
ARTIKEL
KONTRIBUSI
PRESS RELEASE
REUNI
BUKU TAMU
WEBMASTER
KEBIJAKAN SITUS
LINKS
Webmail:

 

 

 

 



PENGUNJUNG KE: 91
91


HEADLINE NEWS:

Jumat, 2 November 2001




Ribuan Eks Permesta, Banjiri Bukit Inspirasi
Ikaselanpe Akan Dirikan Perguruan Tinggi


TOMOHON-Bukit Inspirasi kemarin (2/11/2001) menjadi ajang reuni para eks pejuang Permesta. Dihadiri langsung oleh mantan komandan Permesta om Ventje Sumual, apel akbar ini mampu menyedot ribuan mantan pejuang Permesta yang tersebar di tanah Toar Lumimuut ini untuk menghadirinya. Kemeriahan acara ini turut ditambah pula dengan kehadiran mantan Gubernur Sulut EE Mangindaan yang akrab disapa Lape.

Apel akbar ini selain merupakan ajang baku dapa sesama mantan pejuang Permesta, juga merupakan acara pengukuhan dan pelantikan pengurus Ikaselanpe (Ikatan Persaudaraan Alumni Sekolah Peralihan Permesta) Sulut. Dengan ketua umumnya Prof Ir Octavianus Rondonuwu Mec.

Gedung kebanggan masyarakat Kota Tomohon kemarin benar-benar ditutupi oleh ribuan manusia yang berpakaian hitam, merah, dan bahkan seragam tentara yang dipakai oleh para eks Permesta yang rata-rata sudah berusia lanjut. Meski pun begitu, tidak membuat semangat mereka untuk datang menjadi kendor.

Pelantikan pengurus Ikaselanpe Sulut sendiri dilakukan langsung oleh ketua umum Ikaselanpe Jakarta yakni Benny Tengker dan pengukuhannya oleh panglima Permesta om Ventje Sumual. Pelantikan dan pengukuhan pengurus Ikaselanpe ini sendiri ditandai dengan bunyi dentuman drumband yang dibawakan kelompok drum band dari AMI Bitung.

Dalam sambutannya Rondonuwu menyampaikan, untuk program jangka pendek ke depan ini Ikaselanpe Sulut akan mendirikan lembaga pendidikan dalam hal ini mendirikan perguruan tinggi permesta. Lebih spesifik lagi perguruan tinggi yang bakal didirikan itu adalah Sekolah Tinggi Manajemen. Lokasinya sendiri kata Rondonuwu, berada di Minahasa karena lahannya sudah tersedia.

Lahan tersebut berada di Lopana Kecamatan Tombasian-Amurang. ''Lahan itu merupakan sumbangan dari EE Mangindaan kepada Ikaselanpe,'' tutur Rondonuwu sembari menyatakan terima kasih kepada Mangindaan yang saat itu turut hadir. Pernyataan itu langsung mendapat sambuatan meriah dari ribuan massa yang ada. (jkt)



Eks Permesta Berkumpul Lagi Dalam Apel Akbar
Melepas Rindu Bersama Sang Panglima

Tommy Waworundeng & Arline Tandiapa

EMPAT puluh tiga tahun lalu, atau pada tahun 1958, di mana pecahnya perang atau perjuangan semesta (Permesta), waktu tempuh yang jaraknya dari daerah Tonsea menuju ke Tomohon kurang lebih enam jam. Maklum saat itu selain belum ada kendaraan umum, para pejuang Permesta tak menggunakan jalan umum untuk bepergian dari daerah satu ke daerah lain -nanti ketemu tentara pusat. Akhirnya jalan satu-satunya masuk keluar hutan.

Tapi sekarang dari daerah Tonsea ke Tomohon hanya bisa ditempuh dengan waktu satu sampai dua jam, tentunya dengan menggunakan kendaraan mobil. Namun rupanya kemajuan zaman itu entah tak disadari atau ada sisa-sisa disiplin yang baik sebagai pejuang Permesta, tak disadari oleh EKY Worotikan dan Uce Lasut, dua orang eks Permesta yang mengaku datang dari salah satu desa yang masih daerahnya Tombulu dan berbatasan dengan daerah Tonsea itu datang sekitar pukul 10.00.

Padahal jadwal apel akbar para mantan pejuang Permesta sudah diumumkan akan berlangsung pukul 14.00 Wita, atau jam dua menjelang sore. Namun kedua eks Permesta ini sudah tiba di lokasi atau tempat pelaksanaan apel akbar di Auditorium Bukit Inspirasi Tomohon, lima jam lebih awal dari jadwal pertemuan.

Kedua lelaki yang tampaknya sudah berusia 70-an itu, mengaku datang dari kampungnya sekitar pukul 08.00 Wita. ''Torang dulu kwa waktu Permesta kalau ada pertemuan di Desa Woloan atau Tara-Tara jam 12 malang, torang datang dari kampung sekitar jam enam sore. Karena perjalanannya dari kampung sampe di Tomohon biasa jaga anam jam,'' kata kedua pria yang sudah lanjut usia itu.

Mereka tidak tahu kalau dulu jalan kaki dan sekarang naik kendaraan. Ketika mereka datang dari kampung pukul 08.00, pada pukul 10.00 Wita sudah tiba di Tomohon. Dan rupanya bukan hanya Lasut dan Worotikan yang tiba lebih awal dari jadwal. Tampak ada puluhan eks Permesta lainnya juga yang tiba di lokasi apel akbar sejak pagi, padahal acaranya siang menjelang sore.

Auditorium Inspirasi siang itu suasananya tampak penuh dengan rasa haru. Lasut mengaku baru kali ini kembali bertemu langsung dengan om Ventje Sumual, panglima mereka pada masa pergolakan, setelah sekitar 40 tahun berpisah. Ada beberapa eks Permesta yang tampaknya sudah tak lagi saling mengenal.

Mereka saling berbisik satu sama lain, menanyakan kepada teman mereka, apakah mantan komandan mereka di masing-masing batalion ada hadir atau tidak. ''Len Karamoy ada datang atau nyanda?'' tanya seorang pria tua kepada temannya di samping. Lefrand Karamoy adalah saudaranya Dan Karamoy, mantan panglima batalion Sambar Nyawa. Sambar Nyawa adalah salah satu pasukan batalion milik Permesta yang sangat ditakuti saat itu.

Ada juga yang bertanya, ''Nun Pantaouw ada datang atau nyanda?'' Serta nama-nama mantan pemimpin lainnya. Mereka tampaknya rindu untuk bertemu kembali dan memberi salam kepada teman-teman sesama eks pejuang Permesta. Suasana makin haru ketika sang panglima Ventje Sumual tampil di podium dan meneriakan yel hidup Permesta. Suara itu pun disambut dengan pekikan yang sama 'hidop Permesta.' Walau pun umumnya sudah lanjut usia, namun tampaknya masih mau kalau disuruh berperang lagi dan masuk ke luar hutan.

Usai meneriakan yel hidop Permesta, Ventje Sumual yang masih gagah dan tegap, lantas menyampaikan sambutannya. Pertama, selaku penasehat Ikaselanpe, satu-satunya organisasi milik Permesta, ia menegaskan kalau Permesta atau perjuangan semesta itu ditujukan untuk memperjuangkan pembangunan secara semesta dan pembangunan multi dimensional. Pembangunan semesta meliputi pembangunan segala bidang yang merata bagi seluruh masyarakat dan semua daerah, ditopang oleh pemerataan partisipasi politik masyarakat atau yang lazim disebut sistem demokrasi, berikut segala implikasinya seperti otonomisasi daerah serta penegakan hukum untuk keadilan dan hak asasi manusia. Mantan panglima teritorium VII/wirabuana ini menegaskan, di sinilah kebangkitan kembali Permesta lewat kehadiran Ikaselanpe beserta segenap komponen masyarakat. Ia menyentil soal sistem demokratisasi, otonomisasi daerah, penegakan keadilan dan HAM yang saat ini tidak nyata dalam era reformasi. Padahal hal-hal demikianlah yang sedari awal diperjuangkan oleh permesta.

Dalam akhir amanatnya kepada para eks pejuang permesta dan kepada Ikaselenpe, Sumual menegaskan kalau saat ini merupakan saat yang tepat untuk menjadikan daerah sebagai sarana yang membawa kebahagiaan anak cucu sekaligus menjadikan daerah ini sebagai mercusuar yang menjadi pusat teladan kehidupan politik, eknomi dan kebudayaan yang unggul.

Selanjutnya ketua umum Ikaselanpe Jakarta Benny Tengker dalam sambutannya, menyatakan kalau nilai-nilai perjuangan Permesta sejak 44 tahun lalu sudah diyakini kebenarannya. Sebab itu nilai-nilai perjuangan permesta itu wajib ditumbuhkembangkan dan disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi saat ini dan antisipasi terhadap perkembangan di masa datang, karena hal ini merupakan wujud nyata dari rasa tanggung jawab semua terhadap NKRI, Pancasila dan UUD 1945.

Atas nama Permesta, Sumual dan Tengker kemudian menyampaikan penolakan keras dan menentang Piagam Djakarta dan syariat Islam untuk diagendakan dalam setiap sidang DPR RI dan MPR RI. Juga menolak dan menentang setiap upaya pelanggaran hukum dan hak asasi manusia di seluruh RI termasuk aksi sweeping yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak berwenang. Serta, menolak dan menentang adanya komunis dalam pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (***)

Sumber:


 


Copyright © 2003 Permesta Information Online™
Silahkan menyalin atau mengutip isi atau sebagiannya dengan mencantumkan sumber "dikutip dari Permesta Information Online"