|
|
 |
HEADLINE NEWS - BERITA UTAMA
|
Peringati HUT ke-45 Ribuan Anggota Permesta Banjiri Lapangan Sario
MANADO-Ribuan anggota dan simpatisan Permesta memadati acara peringatan Proklamasi Perjuangan Semesta (Permesta) ke-45 yang digelar di lapangan Koni Sario Manado oleh Korps Pembangunan Sulut, Sabtu (2/3) akhir pekan lalu.
Acara yang dimulai sekitar pukul 11.00 Wita itu, diawali dengan doa oleh Pdt Kandio STh, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin Kris Pangaila dan pembacaan Pancasila oleh Anderson Umboh.
Antusias dan semangat para anggota Permesta dari 80 Satgas Korps Pembangunan Sulut di Manado, Minahasa, Bitung, Bolmong, dan Satal ini sangat besar. Terbukti dari daya tahan mereka untuk bertahan berdiri selama kurang lebih empat jam di bawah sengatan matahari walaupun usia telah senja.
Suasana khusuk dan khidmat sangat tampak ketika Pimpinan tertinggi Permesta HN Sumual memimpin hening cipta dan memberikan sambutannya.
Ternyata kharisma kepemimpinan HN Sumual yang akrab disapa om Fentje ini belum memudar, terbukti dengan sambutan meriah dari peserta yang memberi aplaus dalam setiap kalimat pidatonya.
Ribuan opa-opa dan oma-oma yang relah berdiri dari Pukul 11.00 hingga pukul 14.00 Wita, seperti terhipnotis dengan kehadiran om Fntje yang tampak masih tegar dan gagah walaupun diusianya yang ke-79.
"Dalam sejarah Indonesia, Permesta adalah pelopor yang melakukan segala hal sebelum orang lain melakukannya. Untuk tampil sebagai pelopor, membutuhkan keberanian dan kecerdasan,'' ungkapnya.
Selain itu, lelaki parlente ini juga mengungkapkan perlunya pribadi revolusioner yang yakin kebenarannya dan bertekad bulat merombak tatanan yang salah untuk mewujudkan program mulia dalam Piagam Permesta.
Pidato Sumual setebal 11 halaman ini mampu menyedot perhatian para pejuang dan simpatisan Permesta. Buktinya usai acara, foto copy pidato ini langsung diserbu.
Dalam acara itu diserahkan piagam penghargaan kepada pelaku perjuangan Permesta Wilson Buyung SH, pejuang wanita Permesta Elisabeth Panelewen dan dari unsur generasi muda Berty Pongantung SH.
Lapangan Koni Sario Manado siang itu menjadi lautan manusia yang mengenakan baju khas merah hitam. Acara lebih semarak, karena dimeriahkaan oleh Cakalele wanita Permesta dari Karegesan Tonsea. (ces)
Sumber: KOMENTAR Kamis, 1 Maret 2001
|