Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

Headline News: Misteri Dibalik Bilyet Permesta

    
MENU UTAMA
FAKTA PERMESTA
SEJARAH
TOKOH
WAWANCARA
ALBUM FOTO
PUBLIKASI
ARTIKEL
KONTRIBUSI
PRESS RELEASE
REUNI
BUKU TAMU
WEBMASTER
KEBIJAKAN SITUS
LINKS
Webmail:

 




PENGUNJUNG KE: 349
349


HEADLINE NEWS:


Misteri Dibalik Bilyet Permesta

 

AMURANG - Belakangan ini masyarakat Kota Ikang Puti kacang Amurang seperti disibukkan oleh kegiatan baru: mencari harta karun. Menurut laporan Wells Pattyranie, pembantu Telegraf dari Amurang, Selasa (12/9), dimana-mana terlihat sejumlah warga melakukan penggalian untuk mendapatkan benda berharga yang masih 'terpendam'itu.

Penggalian tersebut terutama dilakukan warga di lokasi-lokasi yang diduga tersimpan harta peninggalan penjajah dahulu, seperti Portugis, Belanda dan Jepang.

Yang membuat warga antusias mencari harta karun, dikarenakan heboh pemberitaan mengenai koleksi Cornelis Elias dan Decky Elias. Lantaran merasa bahwa mereka juga bisa mendapatkan benda-benda kuno asalkan giat mencari, maka dilakukanlah pencarian dengan menggali tempat-tempat tertentu.

Acuan yang digunakan untuk mendapatkan lokasi harta karun, bukanlah literatur sejarah atau 'talenta'sebagaimanadimiliki Cornelis dan Decky. Tapi masyarakat hanya menduga-duga, berdasarkan cerita-cerita sejarah yang pernah didengar atau kabar burung yang hinggap di telinga.

Mengenai dugaan adanya dana Permesta yang kini masih tersimpan di bank Swiss atau Belanda, nampaknya jadi pembicaran hangat warg Amurang. Soalnya, kunjungan beberapa turis Belanda dan Swiss pada sekitar tahun 1993 dan 1994 cukup menguatkan alasan mereka.

 Ketika itu, menurut penuturan Cornelis mewakili warga Amurang yang 'penasaran', para turis berkunjung ke RS GMIM 'Kalooran', Amurang. Namun, yang ditanyakan oleh salah seorang turis bukanlah keberadaan dan pelayanan mengenai rumah sakit satu-satunya di kawasan Minahasa bagian selatan itu. Tapi secara 'sembunyi-sembunyi' mencari informasi dan data seluas-luasnya mengenai sejarah perjuangan Permesta di Minahasa.

"Seorang turis waktu itu menanyakan mengenai apa saja yang ditinggalkan di tanah Minahasa, terutrama di kota Amurang", aku perawat yang ditanya 'Bule' itu. Perawat yang enggan namanya dikorankan ini masih bekerja di RS Kalooran.

Kenyataan yang baru dimunculkan setelah hampir tujuh tahun 'terbenam' ini pun membuat warga menarik kesimpulan, bahwa ada misteri dibalik perjuangan Permesta. Apakah hal itu menyangkut dana bantuan luar negeri, yang kina dananya masih terimpan, tapi tak diketahui persis dimana tempatnya (baca: bank). [rp/bersambung]

--------------------------------------------------------------------
Sumber: Harian TELEGRAF - Rabu, 13 September 2000


 


Copyright © 2003 Permesta Information Online™
Silahkan menyalin atau mengutip isi atau sebagiannya dengan mencantumkan sumber "dikutip dari Permesta Information Online"